Nama : Muhammad As’ad

NIM    : F24100056

Wilma Rudolph

Wilma Rudolph adalah anak ke 20 dari 22 bersaudara. Wilma lahir prematur dan dia beruntung dapat tetap bertahan hidup. Ketika berumur 4 tahun, Wilma menderita pneumonia dan demam tinggi, yang mengakibatkan kaki kirinya lumpuh dan harus menggunakan penahan besi supaya dia bisa berjalan.

Banyak orang di desa tempat tinggal Wilma sering mengolok-olok Wilma mengatakan bahwa Wilma hanya akan membuat orang tuanya menderita, tetapi ibu Wilma berkata,”Wilma tidak pernah menjadi beban bagi kami atau membuat kami menderita. Dia anak menyenangkan yang melengkapi kebahagiaan kami sekeluarga.”

Pada umur 9 tahun, Wilma mencoba berjalan tanpa menggunakan penahan besinya. Saat percobaan pertama, dia langsung terjatuh. Pada percobaan berikutnya Wilma tetap terjatuh, tetapi dia mempunyai semangat untuk terus mencoba dan mencoba.”Bangkitlah setiap kali kau terjatuh dan mulailah berjalan lagi. Segalanya memang terasa goyah, setidaknya pada awalnya.” Itulah yang selalu dikatakan ibunya  Wilma saat Wilma terjatuh dan itu membuatnya bersemangat dan akhirnya dia bisa berjalan tanpa menggunakan penahan besinya.

Orang-orang di desa Wilma takjub melihat Wilma dapat berjalan sendiri dan mereka tidak mengolok-olok Wilma lagi. Bahkan Wilma mengunjungi saudaranya yang tinggal 8 kilometer jauhnya dari ddesa Wilma dengan berjalan kaki.

Pada umur 14 tahun, Wilma mencoba mengikuti lomba lari jarak pendek. Ibunya mendukungnya dengan penuh antusias. Wilma pun mengikuti lomba lari tersebut, tetapi mencapai garis finis paling akhir. Beberapa tahun kemudian, Wilma mengikuti lomba lari lebih banyak lagi, tetapi hasilnya sama, dia selalu yang terakhir.

Hingga pada suatu hari, akhirnya Wilma berhasil mencapai garis finis di tempat pertama. Pada lomba berikutnya, dia menjadi juara pertama, dan mulai sejak itu dia selalu menjadi juara pertama setiap pertandingan. Pada tahun 1960, Wilma mengikuti Olimpiade mewakili Amerika Serikat dan berhasil membawa pulang 3 medali emas, yaitu untuk nomor 100 dan 200 meter, serta nomor estafet 400 meter. Dalam estafet 400 meter, dia yang terakhir mendapatkan tongkat, namun dapat meraih tempat pertama. Wilma Rudolph menjadi wanita pertama yang mendapatkan 3 medali emas dalam sejarah Olimpiade.

Dialah salah satu orang yang menginspirasi saya selama hidup ini. Untuk terus berjuang, berusaha dan tak kenal lelah. Wilma juga mengajarkan kepada saya untuk tetap pada pendirian kita selama pendirian kita benar. Lain dari itu, kepercayaan dirinya juga menunjukkan pada kita bahwa tiap manusia pasti memiliki kekurangan namun kekurangan itu tidak untuk disesali tapi jadikanlah itu sebagai pacuan untuk menjadi individu yang lebih baik dengan menutupinya dan meningkatkannya.

Nama : Muhammad As’ad

NIM    : F24100056

Sumber Inspirasi Ada dalam Diri Kita

Banyak manusia yang tidak sadar akan kelebihan mereka, padahal kelebihan tersebut bisa membuat orang lain mengidolakan dan menjadikan mereka sumber inspirasi. Tidak jarang juga manusia menyalahartikan antara kelebihan dan kekurangan. Manusia juga lebih sering menunjukkan kekurangan mereka karena menurut mereka hal tersebut lebih mudah ditemukan dan lebih baik untuk ditunjukkan pada khalayak. Saya, Muhammad As’ad, bukanlah individu yang memiliki banyak kelebihan dan hanya kekurangan yang saya miliki. Yap, itu adalah sebuah pemikiran yang selalu tertanam selama beberapa tahun lalu. Kenapa pemikiran itu tertanam pada diri saya ? Pertama, karena selama ini yang memuji saya hanyalah kedua orangtua saya dan keluarga saya. Kedua, karena saya pikir memang itulah kenyataannya, padahal seharusnya kita membuka pikiran lebih luas.

Tiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Tapi sadarkah kita bila kekurangan kita bisa ditutupi dengan banyak cara. Salah satu contohnya adalah bila kita kurang dalam suatu pelajaran maka berusalah dan berlatihlah dengan lebih cerdas agar lebih mahir. Selain itu, cara lain untuk bisa menumbuhkan rasa bangga pada diri kita adalah dengan melihat lebih luas dan lebih dewasa pada diri kita sendiri. Karena bila kita mampu melakukannya maka kita bisa memahami dengan dewasa dan bijaksana mengapa kita memiliki kelebihan dan kekurangan.

Untuk menyadari potensi yang ada dalam diri kita adalah dengan menghilangkan rasa rendah diri, menyadari kekurangan dan kelebihan yang kita miliki, melihat diri kita dengan lebih bijaksana, dan percaya bahwa ALLAH SWT selalu bersikap adil kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Untuk bisa sukses dan bisa berhasil kita harus mampu memanfaatkan semua yang ada dalam diri kita semaksimal mungkin. Satu hal terpenting agar kita bisa maksimal dalam memanfaatkan yang kita miliki adalah dengan menginspirasi diri kita bahwa kita adalah yang terbaik dan setiap hal yang ada dalam diri kita pasti memiliki tujuan dan harus dimanfaatkan.

Jadi, yang terpenting agar kita sukses dan berhasil adalah terus menginspirasi diri kita, dan terus percaya pada diri kita. Karena pendirian sudah saya pegang dan saya sudah menikmati manfaatnya. Kalau saya bisa mengapa kalian tidak bisa ? Kalau saya mampu mengapa kalian tidak ? Dan yang terakhir, kalau Einstein mampu merubah dunia mengapa kita tidak ? Mengapa kita harus selalu menyesal dengan yang kita miliki, syukurilah yang ada pada diri kita dan berjuanglah !

HIDUP MAHASISWA !

HIDUP LASKAR INSPIRASI 47 !

MAJU TERUS INSTITUT PERTANIAN BOGOR !

LONG LIVE OUR MOTHERLAND, INDONESIA !